Persaingan musim 2026 juga memperlihatkan bahwa dominasi satu klub belum benar-benar terbentuk. Dalam lima musim terakhir, IBL menghadirkan lima juara berbeda. Situasi ini membuat persaingan menuju musim 2027 menarik, terutama dengan perubahan kuota pemain asing yang bisa memengaruhi strategi perekrutan dan susunan pemain.
Tangerang Hawks mundur, komposisi peserta berubah
Persiapan IBL 2027 juga berlangsung di tengah perubahan komposisi klub. Tangerang Hawks Basketball memutuskan tidak melanjutkan partisipasi dalam kompetisi basket profesional sejak 31 Agustus 2026.
Pemilik klub, Ahmed Zaki Iskandar, menyebut situasi ekonomi menjadi salah satu tantangan bagi industri olahraga. Setelah melakukan evaluasi, manajemen memutuskan untuk memusatkan sumber daya pada pembinaan pemain usia dini dan program akademi Hawks, sekaligus menentukan prioritas organisasi di bidang olahraga lainnya.
Keputusan tersebut membuat Tangerang Hawks tidak ikut dalam pengundian grup IBL All-Indonesian 2026 yang diumumkan pada 9 Oktober. Turnamen itu dijadwalkan berlangsung pada 24 Oktober hingga 1 November 2026 di GOR Laga Tangkas, Cibinong, Kabupaten Bogor.
Dengan mundurnya Hawks, sebanyak 10 klub tersisa mengikuti pengundian All-Indonesian 2026. Mereka adalah Pacific Caesar Surabaya, Rajawali Medan, RANS Simba Bogor, Satria Muda Pertamina Bandung, Bogor Hornbills, Satya Wacana Salatiga, Hangtuah Jakarta, Kesatria Bengawan Solo, Dewa United Banten, dan Pelita Jaya.
Perlu dicatat, daftar tersebut merupakan peserta All-Indonesian 2026. Komposisi dan ketentuan peserta IBL 2027 tetap perlu merujuk pada pengumuman resmi liga menjelang musim baru.
Sejumlah klub juga mulai melakukan evaluasi skuad untuk menghadapi kompetisi berikutnya. Hangtuah Jakarta, misalnya, melepas tiga pemain, yakni Mohammed Aofar Hedyan, Luis Jovan Anugerah Golung, dan Melkisedek Basik Basik.
Keputusan melepas Aofar cukup menarik karena ia merupakan pemain binaan Hangtuah yang berkembang sejak menjadi rookie pada 2024. Pada musim 2026, ia mencatat rata-rata 3,6 poin, 1,4 rebound, 2,2 assist, dan 1,1 steal dalam 20 pertandingan.
Sementara itu, Rajawali Medan menyatakan siap mengikuti regulasi baru mengenai dua pemain asing. Klub tersebut berharap perubahan aturan dapat membuka ruang lebih besar bagi pemain lokal untuk berkembang.
Bogor Hornbills juga punya modal tersendiri menuju musim berikutnya setelah meraih gelar juara. Namun, mempertahankan performa setelah menjadi kampiun tidak akan mudah. Mereka perlu membangun kembali komposisi tim dan membuktikan bahwa keberhasilan 2026 bukan sekadar kejutan satu musim.
IBL All-Indonesian 2026 dapat menjadi salah satu kesempatan untuk melihat perkembangan pemain lokal serta pergerakan skuad menjelang musim reguler berikutnya. Turnamen ini memang berbeda dari liga utama karena berfokus pada pemain Indonesia, tetapi tetap relevan sebagai bagian dari persiapan klub.