NADIKABAR.COM — Para wanita yang sedang memasuki fase kehamilan tentunya perlu mempersiapkan diri secara ekstra ketika hendak berpergian ke daerah lain.

Persiapan itu akan sangat membantu calon ibu berpergian dengan lebih nyaman, aman dan terhindar dari kondisi ekstrem yang mempengaruhi kehamilan. Beberapa di antaranya sebagai berikut.

Meminta surat izin terbang dari dokter

Menurut profesor di Baylor College of Medicine Dr. Mark Turrentine dalam siaran Channel News Asia pada Senin (14/9) waktu setempat, calon ibu perlu setidaknya empat hingga enam minggu sebelum memulai perjalanan mengadakan sesi konsultasi bersama dokter untuk melakukan penilaian risiko yang memungkinkan ibu dapat berpergian.

Anggota panel yang meninjau pedoman kehamilan dan perjalanan yang diterbitkan oleh American College of Obstetricians and Gynecologists itu menyampaikan waktu ideal untuk bepergian adalah antara minggu ke-14 dan ke-28 untuk sebagian besar kehamilan tunggal berisiko rendah.

Sementara keadaan darurat lebih sering terjadi selama 12 minggu pertama atau awal trimester ketiga.

Asisten profesor di Departemen Ginekologi dan Obstetri di Sekolah Kedokteran Johns Hopkins Dr. Jennifer Doorey menyarankan untuk selalu membawa surat dokter yang mencantumkan tanggal perkiraan kelahiran dan menyatakan bahwa dokter memberikan izin untuk terbang.

Surat itu akan membantu calon ibu terhindar dari batal terbang. Disarankan untuk memeriksa kebijakan maskapai atau moda transportasi yang dinaiki untuk menyesuaikannya dengan masa kehamilan.

Biasanya setelah minggu ke-28, banyak maskapai penerbangan internasional memerlukan dokumentasi tersebut. Setelah minggu ke-36, beberapa maskapai penerbangan tidak akan mengizinkan naik pesawat kecuali dalam keadaan khusus. Batas waktu dapat lebih awal untuk faktor risiko tertentu.

Perusahaan pelayaran seringkali tidak mengizinkan penumpang hamil naik kapal setelah minggu ke-23. Bagi perjalanan pulang, lebih baik sisihkan sedikit waktu untuk kemungkinan penundaan.

Pastikan ada akses ke fasilitas kesehatan

Hal berikutnya yang calon ibu perlu perhatikan adalah destinasi yang dikunjungi memiliki akses ke fasilitas kesehatan. Sebuah pulau atau daerah terpencil mungkin tidak memiliki rumah sakit, unit persalinan atau unit perawatan intensif neonatal.