Menurut Lady, setiap kali datang ke tempat tersebut, dirinya justru teringat ibunda yang selama ini lebih sering menghampirinya.
"Jadi, saya tuh kalau ke sini, saya sedih, kenapa saya datang ke sini mama saya gak ada? Selalu mama saya yang Kelapa Gading, nyamperin saya di Senopati, nyamperin saya di mana," ujarnya.
Kepergian ibunda juga membuat Lady merenungkan kembali waktu yang telah dilewati bersama orang tua. Ia mengaku penyesalan yang dirasakan bukan dalam arti menyalahkan diri sendiri, melainkan menjadi pengingat agar lebih menjaga orang tua selama masih ada.
"Jadi, kalau saya ke sini tuh, saya bilang sama Rendy, 'Ya itu ya manusia', gitu. Kalau maksudnya penyesalannya tuh bukan penyesalan yang gimana ya, tapi kayak, 'Ya udah, penyesalan jadi nginget aja waktu-waktu kita sama orang tua yang masih ada ya, lebih baik... lebih baik dijaga', gitu," ungkapnya.
Sebelumnya, Rima Sania Pontoh meninggal dunia pada Senin (24/8/2026) malam. Ia meninggal dunia setelah berjuang melawan kanker ginjal selama kurang lebih tiga tahun. Kepergian Rima meninggalkan duka mendalam bagi Lady Nayoan dan keluarga, termasuk sang suami, Rendy Kjaernett.