NADIKABAR.COM — Ikatan Dokter Anak Indonesia (IDAI) mendesak pemerintah memperketat standar keamanan pangan dalam program Makan Bergizi Gratis (MBG). Desakan ini disampaikan menyusul kasus keracunan yang kembali dialami anak-anak sekolah.
Ketua Pengurus Pusat IDAI Dr dr Piprim Basarah Yanuarso, Sp A, Subsp.Kardio(K), mengatakan kasus keracunan MBG yang terus berulang tidak boleh dianggap sebagai persoalan kecil. Ia menyoroti salah satu kejadian ketika sekitar 500 anak sekolah diduga mengalami keracunan setelah mengonsumsi MBG.
"Terus terang kami dari Ikatan Dokter Anak Indonesia dibuat sangat bersedih ya, melihat dalam satu episode saja ratusan ya, bisa sampai 500 anak-anak sekolah keracunan MBG ya, sampai kita lihat ambulans sibuk luar biasa, angkut mereka ke rumah sakit ya," katanya dalam media briefing, Jumat (11/9/2026).
"Bahkan ada juga yang kita lihat di media sosial, anak yang tadinya cerdas, Wakil Ketua OSIS, kemudian mengalami kemunduran drastis dari kesehatannya ya, akibat diduga memang setelah makan MBG tadi ya," lanjutnya.
Menurut dr Piprim, IDAI sejak awal telah menyoroti pentingnya food safety dalam program MBG. Ia mengatakan keamanan pangan tidak dapat digantikan dengan langkah seperti meminta guru mencicipi makanan sebelum diberikan kepada siswa.