NADIKABAR.COM — Ikatan Dokter Anak Indonesia (IDAI) mengatakan, pihaknya meminta agar pemerintah melakukan upaya yang lebih intens guna menangani masalah kebakaran hutan dan lahan, sebagai upaya mencegah agar tidak lebih banyak korban, termasuk anak-anak.
"Targetnya bukan hanya diukur dari berapa hektare api yang bisa dipadamkan, tapi berapa baik kesehatan masyarakat, terutama anak-anak ini bisa terlindungi," kata Ketua IDAI Piprim Basarah Yanuarso di Jakarta, Jumat.
Piprim mengatakan, pihaknya prihatin dengan kejadian tersebut karena sampai saat ini belum dapat diatasi dengan baik, bahkan menjadi masalah lintar negara. Anak merupakan kelompok yang paling rentan terdampak dalam bencana, menanggung akibat karhutla meski tidak menyebabkan kebakaran itu.
Mengobati anak yang mengalami gangguan kesehatan akibat karhutla bisa dilakukan, katanya, tetapi pencegahan harus lebih diutamakan.