NADIKABAR.COM — Ikatan Dokter Anak Indonesia (IDAI) menekankan agar orang tua meningkatkan pemahaman mengenai penyakit jantung bawaan pada anak melalui edukasi kesehatan dan pemanfaatan buku panduan guna mendukung pengenalan risiko serta penanganan medis sejak dini.

Ketua Unit Kerja Koordinasi (UKK) Kardiologi IDAI Rizky Adriansyah di Palembang, Selasa, mengatakan edukasi diperlukan agar orang tua memiliki pemahaman yang lebih baik mengenai kesehatan jantung anak, termasuk pentingnya pemeriksaan kehamilan secara teratur.

"Pertemuan ilmiah ini memberikan edukasi dan pemahaman kepada masyarakat melalui buku panduan kesehatan, terutama dalam melakukan pencegahan risiko penyakit jantung bawaan pada anak," katanya.

Ia mengimbau ibu hamil untuk menjalani pemeriksaan kehamilan secara rutin dan mengikuti anjuran dokter guna memantau kondisi kesehatan ibu dan janin.

"Dalam kegiatan ini, kami mengimbau masyarakat, terutama ibu hamil, untuk melakukan kontrol rutin dengan teratur dan mengikuti nasihat dokter demi menjaga kesehatan kehamilan," ujarnya.

Menurut dia, penyampaian informasi melalui buku panduan kesehatan merupakan salah satu upaya untuk memperluas jangkauan edukasi kepada masyarakat. Dengan informasi yang tepat, orang tua diharapkan lebih memahami pentingnya pemantauan kesehatan anak dan pemeriksaan medis sesuai kebutuhan.

Penyakit jantung bawaan merupakan kelainan struktur jantung yang terbentuk sejak masa perkembangan janin. Kondisi ini memiliki beragam jenis dan tingkat keparahan, sehingga gejala yang muncul pada setiap anak dapat berbeda.

Sebagian anak dengan kelainan jantung bawaan dapat menunjukkan tanda yang memerlukan perhatian medis, seperti kesulitan menyusu, napas cepat atau pertumbuhan yang kurang optimal. Namun, sebagian lainnya tidak menunjukkan gejala yang jelas pada awal kehidupan, sehingga pemeriksaan medis tetap diperlukan sesuai indikasi.

Melalui edukasi tersebut, IDAI berharap masyarakat semakin memahami pentingnya memperhatikan kondisi kesehatan anak dan berkonsultasi dengan tenaga medis apabila menemukan gejala yang mengkhawatirkan.

Pertemuan ilmiah ke-14 IDAI yang berlangsung di salah satu hotel di Kota Palembang itu menjadi wadah bagi kalangan medis untuk memperkuat pengetahuan sekaligus mendorong penyebaran informasi kesehatan kepada masyarakat.

Upaya peningkatan literasi kesehatan ini diharapkan dapat membantu orang tua mengambil langkah yang tepat dalam menjaga kesehatan anak, termasuk memperoleh pemeriksaan dan penanganan medis sesuai kondisi yang dialami.