Pada sebagian besar kasus, anak juga menunjukkan tanda dehidrasi seperti mulut kering, terus-menerus merasa haus, pusing, lebih jarang berkemih, warna air kemih lebih pekat, dan lemas.
Dokter lulusan Universitas Indonesia tersebut menjelaskan empat indikator utama bagi orangtua untuk mengenali indikasi keracunan makanan:
Gejala Berkelompok: Gejala sakit dialami secara bersamaan oleh yang berbagi makanan, minuman, atau tempat yang sama. Ini petunjuk tunggal yang paling kuat.
Paparan Berisiko Tinggi: Konsumsi daging atau unggas kurang matang, susu tanpa pasteurisasi, makanan laut mentah, air sumur/banjir, susu formula bubuk, atau pemberian madu pada bayi di bawah 12 bulan.