Sebagai makhluk yang memiliki kemampuan paling besar untuk mengeksploitasi alam, kita menjadi makhluk yang paling bertanggung jawab dalam menjaga keberlangsungan air bagi seluruh makhluk hidup. Jangan sampai kita menjadi generasi yang menikmati air, tetapi justru merusak sumber-sumber air. Jangan sampai kita meminta hujan kepada Allah, tetapi pada saat yang sama kita membuang-buang air dan merusak lingkungan.
Ma'asyiral Muslimin, Jamaah Jumat rahimakumullah,
Dalam Islam, kita diajarkan untuk memperhatikan soal penggunaan air. Allah SWT berfirman:
وَكُلُوا وَاشْرَبُوا وَلَا تُسْرِفُوا ۚ إِنَّهُ لَا يُحِبُّ الْمُسْرِفِينَ
Artinya: "Makan dan minumlah, tetapi jangan berlebihan. Sesungguhnya Dia tidak menyukai orang-orang yang berlebihan." (QS. Al-A'raf: 31).
Dari ayat ini kita diajarkan untuk tidak boros dan berlebih-lebihan dalam menggunakan air, termasuk saat menggunakannya untuk kepentingan ibadah seperti wudhu dan mandi. Imam An-Nawawi dalam kitab Khulashatul Ahkam fi Muhimmatis Sunan wa Qawa'idil Islam menyebutkan sebuah hadits peringatan Rasulullah kepada orang yang sedang berwudhu:
Artinya: "Rasulullah SAW berkata kepada seorang yang sedang berwudhu: 'Jangan berlebihan.'"
Rasulullah juga telah memberikan teladan bagaimana menggunakan air sebagaimana disebutkan dalam hadits dari Anas RA:
كَانَ رَسُولُ اللهِ صلى الله عليه وسلم يَغْتَسِلُ بِالصَّاعِ إِلَى خَمْسَةِ أَمْدَادٍ، وَيَتَوَضَّأُ بِالْمُدِّ
Artinya: "Rasulullah SAW mandi menggunakan air sebanyak satu sha' hingga lima mud, sedangkan untuk berwudhu beliau menggunakan satu mud." (Muttafaq 'alaih).
Dalam riwayat lain dari Ummu 'Imarah Al-Anshariyah RA disebutkan:
أَنَّ النَّبِيَّ صلى الله عليه وسلم تَوَضَّأَ بِإِنَاءٍ فِيهِ قَدْرُ ثُلُثَيْ مُدٍّ
Artinya: "Bahwa Nabi Muhammad SAW berwudhu dengan sebuah wadah yang berisi air sekira dua pertiga mud." (HR. Abu Dawud dan An-Nasa'i dengan sanad hasan).
Syekh Muhammad Nawawi Banten dalam kitab Qûtul Habîbil Gharîb, Tausyîh 'alâ Fathil Qarîbil Mujîb juga menjelaskan:
وَأَمَّا مَكْرُوهَاتُ الْوُضُوءِ فَالْإِسْرَافُ فِي الْمَاءِ
Artinya: "Adapun perkara yang dimakruhkan dalam wudhu adalah berlebihan dalam menggunakan air..."
Dalil-dalil ini menunjukkan bahwa Allah, Rasulullah, dan ulama memberikan perhatian serius terhadap penggunaan air. Perhatian ini harus kita aplikasikan dalam suasana musim kemarau seperti sekarang ini.
Ma'asyiral Muslimin, Jamaah Jumat rahimakumullah,
Selain masalah air, musim kemarau juga mengajarkan kepada kita tentang kepedulian kepada sesama. Ketika kita masih memiliki air, sementara saudara kita kesulitan mendapatkannya, maka bantulah mereka. Allah SWT berfirman:
وَتَعَاوَنُوا عَلَى الْبِرِّ وَالتَّقْوَىٰ
Artinya: "Dan tolong-menolonglah kamu dalam kebajikan dan ketakwaan." (QS. Al-Ma'idah: 2)
Menyediakan air bersih bagi orang lain yang mengalami kekeringan adalah sedekah. Membantu mengirimkan air kepada warga yang membutuhkan adalah amal kebajikan. Jangan sampai ada saudara kita yang kesulitan mendapatkan air, sementara kita masih membiarkan air terbuang sia-sia. Selain ikhtiar lahir, pada kondisi kemarau seperti ini juga mari kita kuatkan ikhtiar batin dengan memperbanyak istighfar kepada Allah SWT. Allah SWT berfirman tentang Nabi Nuh AS:
فَقُلْتُ اسْتَغْفِرُوا رَبَّكُمْ إِنَّهُ كَانَ غَفَّارًا يُرْسِلِ السَّمَاءَ عَلَيْكُمْ مِدْرَارًا
Artinya: "Maka aku berkata kepada mereka, 'Mohonlah ampun kepada Tuhanmu, sungguh, Dia Maha Pengampun. Niscaya Dia akan menurunkan hujan yang lebat dari langit kepadamu.'" (QS. Nuh: 10-11).
Mari kita juga berdoa kepada Allah agar segera menurunkan hujan rahmat.
اللَّهُمَّ إِنَّا نَسْأَلُكَ غَيْثًا مُغِيثًا، هَنِيئًا مَرِيئًا، مَرِيعًا، نَافِعًا غَيْرَ ضَارٍّ، عَاجِلًا غَيْرَ آجِلٍ
Ya Allah, turunkanlah kepada kami hujan yang menolong, menyegarkan, menyuburkan, bermanfaat dan tidak membawa kemudaratan.
اللَّهُمَّ اسْقِنَا الْغَيْثَ وَلَا تَجْعَلْنَا مِنَ الْقَانِطِينَ
Ya Allah, turunkanlah hujan kepada kami dan janganlah Engkau jadikan kami termasuk orang-orang yang berputus asa dari rahmat-Mu.
اللَّهُمَّ أَنْزِلْ عَلَيْنَا غَيْثًا نَافِعًا مُبَارَكًا، وَاسْقِ بِهِ الْعِبَادَ وَالْبِلَادَ، وَأَحْيِ بِهِ الْأَرْضَ بَعْدَ مَوْتِهَا
Ya Allah, turunkanlah kepada kami hujan yang bermanfaat dan penuh keberkahan. Siramilah dengan hujan itu para hamba-Mu dan negeri-Mu, serta hidupkanlah bumi setelah kematiannya.
اللَّهُمَّ اغْفِرْ لَنَا ذُنُوبَنَا، وَارْحَمْنَا بِرَحْمَتِكَ، وَاسْقِنَا مِنْ فَضْلِكَ، وَلَا تُؤَاخِذْنَا بِذُنُوبِنَا
Ya Allah, ampunilah dosa-dosa kami, rahmatilah kami dengan rahmat-Mu, dan berilah kami air dari karunia-Mu. Jangan Engkau siksa kami karena dosa-dosa kami.
اللَّهُمَّ بَارِكْ لَنَا فِي مِيَاهِنَا، وَاحْفَظْ مَصَادِرَ مِيَاهِنَا، وَاجْعَلْنَا مِنَ الشَّاكِرِينَ لِنِعَمِكَ، غَيْرَ الْمُسْرِفِينَ فِيهَا.
Ya Allah, berkahilah air yang kami miliki, jagalah sumber-sumber air kami, dan jadikanlah kami hamba-hamba yang mensyukuri nikmat-Mu dan tidak berlebihan dalam menggunakannya.
اللَّهُمَّ أَصْلِحْ أَحْوَالَنَا، وَأَصْلِحْ بِلَادَنَا، وَارْفَعْ عَنَّا الْبَلَاءَ وَالْقَحْطَ وَالْجَفَافَ
Ya Allah, perbaikilah keadaan kami, perbaikilah negeri kami, dan angkatlah dari kami segala musibah, kekeringan dan kesulitan.
رَبَّنَا آتِنَا فِي الدُّنْيَا حَسَنَةً وَفِي الْآخِرَةِ حَسَنَةً وَقِنَا عَذَابَ النَّارِ. عِبَادَ اللهِ، إِنَّ اللهَ يَأْمُرُ بِالْعَدْلِ وَالْإِحْسَانِ وَإِيتَاءِ ذِي الْقُرْبَىٰ وَيَنْهَىٰ عَنِ الْفَحْشَاءِ وَالْمُنْكَرِ وَالْبَغْيِ، يَعِظُكُمْ لَعَلَّكُمْ تَذَكَّرُونَ. فَاذْكُرُوا اللهَ الْعَظِيمَ يَذْكُرْكُمْ، وَاشْكُرُوهُ عَلَى نِعَمِهِ يَزِدْكُمْ، وَلَذِكْرُ اللهِ أَكْبَرُ، وَاللهُ يَعْلَمُ مَا تَصْنَعُونَ
اَلْحَمْدُ لِلّٰهِ حَمْدًا كَثِيْرًا كَمَا أَمَرَ، أَشْهَدُ أَنْ لَا إِلَهَ إِلَّا اللّٰهُ وَحْدَهُ لَا شَرِيْكَ لَهُ إِرْغَامًا لِمَنْ جَحَدَ بِهِ وَكَفَرَ، وَأَشْهَدُ أَنَّ مُحَمَّدًا عَبْدُهُ وَرَسُوْلُهُ سَيِّدُ الْخَلَائِقِ وَالْبَشَرِ. اَللَّهُمَّ صَلِّ وَسَلِّمْ عَلَى سَيِّدِنَا مُحَمَّدٍ وَعَلَى آلِهِ وَأَصْحَابِهِ وَسَلِّمْ تَسْلِيْمًا كَثِيْرًا. أَمَّا بَعْدُ. فَيَا عِبَادَ اللهِ، اتَّقُوا اللّٰهَ حَقَّ تُقَاتِهِ وَلَا تَمُوْتُنَّ إِلَّا وَأَنْتُمْ مُسْلِمُوْنَ. وَاتَّقُوا النَّارَ وَلَوْ بِشِقِّ تَمْرٍ إِنَّ اللهَ أَمَرَكُمْ بِأَمْرٍ بَدَأَ فِيْهِ بِنَفْسِهِ وَثَنَّى بِمَلَائِكَتِهِ الْمُسَبِّحَةِ بِقُدْسِهِ، فَقَالَ قَوْلًا كَرِيْمًا: إِنَّ اللهَ وَمَلَائِكَتَهُ يُصَلُّوْنَ عَلَى النَّبِيِّ، يَا أَيُّهَا الَّذِيْنَ آمَنُوا صَلُّوا عَلَيْهِ وَسَلِّمُوا تَسْلِيْمًا. اَللَّهُمَّ صَلِّ وَسَلِّمْ عَلَى سَيِّدِنَا مُحَمَّدٍ وَعَلَى آلِهِ وَصَحْبِهِ أَجْمَعِيْنَ اللَّهُمَّ اغْفِرْ لِلْمُؤْمِنِيْنَ وَالْمُؤْمِنَاتِ، وَالْمُسْلِمِيْنَ وَالْمُسْلِمَاتِ، الْأَحْيَاءِ مِنْهُمْ وَالْأَمْوَاتِ. اللَّهُمَّ أَصْلِحْنَا وَأَصْلِحْ أَحْوَالَنَا، وَأَصْلِحْ مَنْ فِي صَلَاحِهِمْ صَلَاحُنَا وَصَلَاحُ الْمُسْلِمِيْنَ، وَأَهْلِكْ مَنْ فِي هَلَاكِهِمْ صَلَاحُنَا وَصَلَاحُ الْمُسْلِمِيْنَ. اللَّهُمَّ إِنَّا نَسْأَلُكَ الْهُدَى وَالتُّقَى وَالْعَفَافَ وَالْغِنَى، وَنَسْأَلُكَ التَّوْفِيقَ وَالسَّدَادَ فِي جَمِيعِ أُمُوْرِنَا، وَاجْعَلْنَا مِمَّنْ يَسْتَخِيْرُونَكَ فِي أُمُوْرِهِمْ، وَيَرْضَوْنَ بِقَضَائِكَ وَقَدَرِكَ، وَالْحَمْدُ لِلّٰهِ رَبِّ الْعَالَمِيْنَ عِبَادَ اللهِ، إِنَّ اللهَ يَأْمُرُ بِالْعَدْلِ وَالْإِحْسَانِ وَإِيْتَاءِ ذِي الْقُرْبَى، وَيَنْهَى عَنِ الْفَحْشَاءِ وَالْمُنْكَرِ وَالْبَغْيِ، يَعِظُكُمْ لَعَلَّكُمْ تَذَكَّرُوْنَ. وَاذْكُرُوا اللهَ الْعَظِيْمَ يَذْكُرْكُمْ، وَاشْكُرُوْهُ عَلَى نِعَمِهِ يَزِدْكُمْ، وَلَذِكْرُ اللهِ أَكْبَرُ