NADIKABAR.COM — Institute for Essential Services Reform (IESR) meminta pemerintah segera mengambil langkah untuk mengatasi kelangkaan bahan bakar minyak (BBM) yang terjadi secara bergantian di sejumlah daerah.

"Pemerintah tidak cukup hanya menjamin bahwa stok BBM nasional aman, tetapi harus memastikan BBM benar-benar tersedia dan dapat diakses masyarakat di seluruh daerah," kata Chief Executive Officer (CEO) IESR Fabby Tumiwa dalam keterangannya di Jakarta, Rabu.

Menurut dia, meski pemerintah menyatakan stok BBM nasional dalam kondisi aman, kelangkaan masih dilaporkan terjadi, terbaru di Bali, setelah sebelumnya melanda Malang, Sintang, Kefamenanu, dan Bone Bolango.