NADIKABAR.COM — Innovative Government Award (IGA) 2026 disebut sebagai momentum Kementerian Dalam Negeri (Kemendagri) untuk mendorong pemerintah daerah (Pemda) memperkuat budaya inovasi dalam penyelenggaraan pemerintahan.

Pada ajang ini, pemerintah ingin inovasi menjadi budaya kerja, dengan memberi ruang bagi pegawai untuk berinisiatif serta melibatkan warga dalam mencari solusi masalah kota.

Pesan tersebut disampaikan Wakil Menteri Dalam Negeri (Wamendagri) Akhmad Wiyagus saat mewakili Menteri Dalam Negeri (Mendagri) Muhammad Tito Karnavian membuka kegiatan Presentasi Kepala Daerah sebagai bagian dari rangkaian proses seleksi pemenang IGA 2026.

Wiyagus menegaskan, esensi IGA tidak berhenti pada pemberian penghargaan. Ajang tersebut harus menjadi pemantik bagi Pemda untuk terus menciptakan, mereplikasi, dan memperluas manfaat praktik baik.

Ia mengingatkan, ruang kreativitas yang diberikan perlu dimanfaatkan Pemda untuk menyelesaikan persoalan secara kontekstual, terukur, dan bertanggung jawab.

"Jadi inovasi ini bukan sekadar aplikasi baru, kegiatan baru, atau perubahan nama program. Tapi inovasi ini adalah cara baru yang lebih efektif untuk menghasilkan nilai untuk publik," kata Wiyagus pada Selasa (3/11).

Secara khusus, ia menyoroti sejumlah aspek yang masih perlu diperkuat di Indonesia, seperti produktivitas, kualitas kelembagaan, pengembangan teknologi, hingga kemampuan mengubah pengetahuan menjadi nilai ekonomi.