NADIKABAR.COM — Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) Bursa Efek Indonesia (BEI) pada Rabu berpotensi bergerak turun mengikuti pelemahan bursa saham kawasan Asia.
Dibuka menguat, IHSG pada pukul 10.20 WIB bergerak melemah 21,64 poin atau 0,35 persen ke posisi 6.171,29. Sementara itu, kelompok 45 saham unggulan atau Indeks LQ45 turun 0,51 poin atau 0,08 persen ke posisi 607,65.
"Potensi penguatan IHSG lebih lanjut masih terbuka dengan menguji level 6.230-6.280 pada perdagangan Rabu,” ujar Kepala Riset Phintraco Sekuritas Ratna Lim dalam kajiannya di Jakarta, Rabu.
Dari mancanegara, Ratna mengatakan, reli yang berlanjut semenjak pekan lalu, antusiasme terhadap sektor kecerdasan buatan (AI) dan harga minyak yang stabil, telah membantu pasar mengatasi gejolak di pasar obligasi pemerintah Amerika Serikat (AS).
"Setelah September 2026 yang lesu, bursa saham kembali menguat tajam di awal bulan ini," ujar Ratna.
Ia melanjutkan, sentimen pasar berhasil bertahan di tengah berbagai tekanan, mulai dari aksi jual besar-besaran obligasi pemerintah AS hingga ketidakpastian geopolitik, yang didukung oleh kebangkitan kembali minat investasi di sektor AI serta kinerja laba perusahaan yang solid.
"Bulan ini juga menandai tahun keempat pasar bullish Wall Street yang dimulai pada tahun 2022. Saat ini merupakan pasar bullish terpanjang kedelapan sejak Perang Dunia II, dengan kenaikan sebesar 118 persen," ujar Ratna.