NADIKABAR.COM — Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) Bursa Efek Indonesia (BEI) pada Jumat berpotensi bergerak mendatar (sideways) seiring pelaku pasar mencermati sentimen dari tingkat global dan domestik.

IHSG dibuka menguat 7,73 poin atau 0,13 persen ke posisi 6.039,01. Sementara itu, kelompok 45 saham unggulan atau Indeks LQ45 naik 1,38 poin atau 0,23 persen ke posisi 595,02.

“IHSG berpotensi menguji support di 5.979, dengan support berikutnya di 5.898-5.887 apabila level tersebut ditembus. Sebaliknya, jika menguat, IHSG berpeluang menguji resistance di 6.095-6.120,” ujar Head of Research Kiwoom Sekuritas Indonesia Liza Camelia Suryanata dalam kajiannya di Jakarta, Jumat..

Dari mancanegara, notulen rapat The Fed periode September 2026 menunjukkan bahwa sebagian besar pejabat memperkirakan satu kali kenaikan suku bunga Fed Funds Rate (FFR) pada akhir 2026, meskipun waktu pelaksanaannya belum pasti.

Gubernur The Fed, Christopher Waller menyatakan bahwa kenaikan suku bunga lebih lanjut kemungkinan diperlukan untuk mengembalikan inflasi ke target, namun menegaskan adanya fleksibilitas dalam menentukan laju penyesuaian.

Pasar memperkirakan probabilitas sekitar 78 persen bahwa The Fed akan mempertahankan suku bunga pada Oktober 2026, sedangkan peluang kenaikan 25 bps pada Desember 2026 mencapai sekitar 69 persen.

Dari Jepang, investor turut memantau prospek pengetatan kebijakan Bank of Japan (BOJ) setelah imbal hasil obligasi pemerintah tenor 10 tahun turun dari level tertinggi dalam 30 tahun.

Sementara itu, ketegangan antara Amerika Serikat (AS) dengan Iran kembali meningkat setelah Iran mengintensifkan serangan terhadap kapal tanker di dalam dan sekitar Selat Hormuz.

Adapun, sembilan kapal tanker dilaporkan menjadi sasaran selama sepekan terakhir, sementara arus minyak melalui jalur tersebut turun menjadi sekitar 9,5 juta barel per hari, atau 30 persen di bawah tingkat normal sebelum perang Iran.