NADIKABAR.COM — Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) Bursa Efek Indonesia (BEI) pada Kamis, diperkirakan bergerak turun mengikuti pelemahan bursa saham kawasan Asia dan global.
Dibuka menguat, IHSG pada pukul 09.48 WIB bergerak melemah 20,42 poin atau 0,33 persen ke posisi 6.126,30. Sementara itu, kelompok 45 saham unggulan atau Indeks LQ45 turun 0,37 poin atau 0,06 persen ke posisi 605,35.
"Berdasarkan analisa teknikal, kami melihat IHSG berpotensi melemah terbatas dengan support dan resistance 6.000- 6.270,” ujar Associate Director of Research and Investment Pilarmas Investindo Sekuritas Maximilianus Nico Demus dalam kajiannya di Jakarta, Kamis.
Dari mancanegara, risalah The Fed menunjukkan mayoritas pejabat memperkirakan satu kali kenaikan suku bunga lagi pada 2026 untuk menjaga inflasi yang masih berada di atas target 2 persen.
Sebanyak 16 dari 18 pejabat FOMC memproyeksikan kenaikan lanjutan, meski keputusan tetap bergantung terhadap data ekonomi Amerika Serikat (AS) dan kenaikan pada Oktober 2026 dinilai belum pasti.
Nico memperkirakan prospek kebijakan moneter The Fed masih cenderung hawkish, meski peluang kenaikan suku bunga pada Oktober 2026 relatif terbatas.
Risalah FOMC menunjukkan mayoritas pejabat masih melihat kebutuhan untuk menaikkan suku bunga satu kali lagi pada 2026 guna menahan inflasi yang berada di atas target, sementara pasar tenaga kerja yang relatif solid memberikan ruang bagi The Fed untuk mempertahankan kebijakan ketat.