Sementara dari Eropa, Europan Central Bank (ECB) diperkirakan juga akan mempertahankan suku bunga acuannya di level 2,65 persen pada pertemuan Kamis (29/10).
Dari kawasan Asia, Bank of Japan (BOJ) diproyeksikan tetap mempertahankan suku bunga acuannya di level sama sejalan dengan kondisi geopolitik yang masih belum stabil.
Selanjutnya, investor akan mencermati data pertumbuhan ekonomi AS yang diperkirakan berakselerasi menjadi 3,2 persen year on year (yoy) pada kuartal III-2026 dari sebelumnya 2,2 persen (yoy) pada kuartal II-2026.
Sedangkan, indeks PCE Price AS diperkirakan meningkat menjadi 3,6 persen (yoy) pada September 2026 dari sebelumnya 3,4 persen (yoy) pada Agustus 2026. Untuk Core PCE Price AS diperkirakan menjadi 3,1 persen (yoy) dari sebelumnya 3 persen (yoy).
Dari dalam negeri, BEI dalam RUPSLB pada Rabu (28/10), telah melakukan langkah awal untuk menuju tujuan jangka panjang Demutualisasi, yaitu melakukan perubahan Anggaran Dasar, sehingga kepemilikan saham BEI tidak hanya bagi Anggota Bursa.
Ratna mengatakan dampak positif bagi investor saham diantaranya peluang investasi baru, inovasi lebih cepat, serta diharapkan adanya transparansi dan tata kelola lebih baik.
“Di sisi lain, potensi dampak negatifnya adalah potensi konflik kepentingan, dominasi entitas besar, serta penyesuaian biaya transaksi.,” ujar Ratna.