NADIKABAR.COM — Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) Bursa Efek Indonesia (BEI) pada Kamis diperkirakan bergerak sideways di tengah pelaku pasar mencermati data-data ekonomi dari tingkat global dan domestik.

IHSG dibuka melemah 8,25 poin atau 0,14 persen ke posisi 6.062,89. Sementara itu, kelompok 45 saham unggulan atau Indeks LQ45 turun 2,09 poin atau 0,35 persen ke posisi 599,09.

"Diperkirakan IHSG masih konsolidasi pada kisaran 6.000- 6.200 pada perdagangan Kamis ,” ujar Kepala Riset Phintraco Sekuritas Ratna Lim dalam kajiannya di Jakarta, Kamis.

Dari mancanegara, pelaku pasar mencermati serangkaian data ekonomi Amerika Serikat (AS) yang dirilis di tengah kenaikan imbal hasil obligasi pemerintah AS ke level tertinggi dalam beberapa dekade, yang menyebabkan kenaikan tajam pada biaya pinjaman.

Indeks Personal Consumption Expenditures (PCE) AS naik menjadi 0,3 persen month to month (mtm) dan 3,4 persen year on year (yoy) pada Agustus 2026, dibandingkan kenaikan 0,1 persen (mtm) dan 3,4 persen (yoy) pada Juli 2026, namun lebih rendah dari perkiraan sebesar 0,4 persen (mtm) dan 3,7 persen (yoy).

Untuk indeks harga PCE Inti AS, terjadi kenaikan sebesar 0,2 persen (mtm) dan 3 persen (yoy) pada Agustus 2026, atau di bawah angka konsensus sebesar 0,3 persen (mtm) dan 3,3 persen (yoy).