NADIKABAR.COM — Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) Bursa Efek Indonesia (BEI) pada Selasa sore ditutup melemah seiring pelaku pasar mencermati perkembangan konflik di kawasan Timur Tengah.

IHSG ditutup melemah 10.17 poin atau 0,17 persen ke posisi 5.925,98. Sementara kelompok 45 saham unggulan atau indeks LQ45 turun 1,71 poin atau 0,29 persen ke posisi 589,19.

"Pasar juga dibebani oleh reaksi pelaku pasar yang terus mencermati perkembangan konflik di kawasan Timur Tengah," ujar Associate Director of Research and Investment Pilarmas Investindo Sekuritas Maximilianus Nico Demus alias Nico dalam kajiannya di Jakarta, Selasa.

Dari mancanegara, Nico mengatakan harga minyak mentah Brent masih berada di atas 105 dolar AS per barel di tengah meningkatnya ketegangan geopolitik di Timur Tengah, serta meningkatnya kekhawatiran tentang inflasi dan prospek suku bunga acuan global.

Di sisi lain, pelaku pasar menantikan data Consumer Price Index (CPI) Amerika Serikat (AS) periode September 2026 untuk petunjuk lebih lanjut tentang prospek kebijakan suku bunga acuan The Fed.

Dalam laporan prospek ekonomi global yang dirilis saat para pemimpin ekonomi dan keuangan global berkumpul di Bangkok, Thailand untuk pertemuan tahunan Dana Moneter Internasional (IMF) dan Bank Dunia, IMF menaikkan perkiraan pertumbuhan global menjadi 3,1 persen pada 2026 atau naik 0,1 poin persentase dari proyeksi Juli 2026 lalu.