Kemudian, konsumsi pemerintah mencatat pertumbuhan tertinggi sebesar 8,95 persen (yoy) seiring peningkatan belanja pegawai ASN serta realisasi program makan bergizi gratis (MBG). Meski demikian, sumber pertumbuhan konsumsi rumah tangga dan investasi sedikit melambat dibandingkan kuartal sebelumnya.

Sementara itu, Bank Indonesia (BI) memperkirakan pertumbuhan ekonomi Indonesia akan berada di kisaran 4,9-5,7 persen sepanjang 2026. Untuk menjaga momentum itu, BI akan memperkuat sinergi kebijakan moneter, makroprudensial, dan sistem pembayaran bersama pemerintah.

"Dukungan stimulus pemerintah, membaiknya ekspektasi pelaku usaha, serta penguatan konsumsi dan investasi diharapkan menopang pertumbuhan ekonomi secara berkelanjutan," ujar Liza.

Bursa Eropa mayoritas melemah pada Kamis (5/11/2026), di antaranya Euro Stoxx 50 melemah 0,29 persen, indeks FTSE 100 Inggris melemah 0,43 persen, indeks DAX Jerman melemah 0,43 persen, sementara indeks CAC 40 Prancis menguat 0,34 persen.

Bursa Wall Street AS kompak melemah pada Kamis (5/11/2026), di antaranya indeks S&P 500 melemah 4,36 persen, indeks Nasdaq Composite melemah 5,52 persen, dan indeks Dow Jones Industrial Average melemah 3,44 persen.

Bursa saham regional Asia pagi ini, antara lain indeks Nikkei melemah 5,19 persen ke 57.908,86, indeks Shanghai melemah 1,10 persen ke 3.652,74, indeks Hang Seng melemah 0,40 persen ke 24.696,95, indeks Kospi melemah 3,53 persen ke 5.192,62, dan indeks Straits Times melemah 2,27 persen ke 5.173,99.