NADIKABAR.COM — Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) Bursa Efek Indonesia (BEI) pada Jumat sore, berbalik menguat (rebound) di tengah pelemahan bursa saham kawasan Asia.

IHSG ditutup menguat 20,17 poin atau 0,40 persen ke posisi 5.050,43. Sementara kelompok 45 saham unggulan atau indeks LQ45 naik 4,64 poin atau 0,90 persen ke posisi 518,28.

"Pada awal perdagangan IHSG dibuka melemah akibat sentimen negatif dari koreksi signifikan indeks di bursa Wall Street dan indeks di bursa Asia akibat tekanan pada saham sektor teknologi,” ujar Kepala Riset Phintraco Sekuritas Ratna Lim dalam kajiannya di Jakarta, Jumat.

Selain itu, Ratna mengatakan koreksi IHSG sebelum berbalik menguat, juga disebabkan oleh aksi profit taking (ambil untung) investor, setelah sehari sebelumnya IHSG menguat signifikan.

Dari mancanegara, harga minyak kembali koreksi di bawah level 100 dolar AS per barel seiring harapan penyelesaian konflik antara Amerika Serikat (AS) dengan Iran yang lebih cepat setelah Partai Demokrat memenangkan pemilu midterm.

Sementara itu, Iran dilaporkan tengah meninjau proposal yang diajukan oleh pihak mediator terkait program nuklir, namun tetap menginginkan pencabutan blockade Angkatan Laut AS terhadap pelabuhan-pelabuhan Iran, serta pelonggaran sanksi dan melepaskan asetnya yang dibekukan.