NADIKABAR.COM β Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) Bursa Efek Indonesia (BEI) pada Selasa bergerak turun mengikuti pelemahan bursa saham kawasan Asia dan global.
IHSG dibuka melemah 29,05 poin atau 0,47 persen ke posisi 6.118,81. Sementara itu, kelompok 45 saham unggulan atau Indeks LQ45 turun 4,04 poin atau 0,66 persen ke posisi 607,77.
"Diperkirakan IHSG akan menguji level support berikutnya di 6.000- 6.100,βujar Kepala Riset Phintraco Sekuritas Ratna Lim dalam kajiannya di Jakarta, Selasa.
Dari mancanegara, Ratna mengatakan kekhawatiran terhadap inflasi yang dipicu oleh harga energi, ditambah kecemasan besarnya utang yang diterbitkan oleh perusahaan untuk mendanai pembangunan infrastruktur kecerdasan buatan (AI), dan sinyal kenaikan suku bunga lanjutan The Fed, telah memicu aksi jual besar-besaran pada obligasi pemerintah Amerika Serikat (AS).
Imbal hasil obligasi pemerintah AS yaitu U.S. 10-year Bond Yield naik lebih dari 5 bps ke level 5,234 persen pada Senin (28/9), di tengah kekhawatiran terhadap inflasi.
Selama pekan ini, investor akan mencermati data-data penting AS yang dapat semakin mempengaruhi prospek kebijakan moneter The Fed, diantaranya data indeks Price Consumer Index (PCE) AS pada Rabu (30/9) sebagai indikator inflasi yang diamati oleh The Fed.