NADIKABAR.COM β Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) Bursa Efek Indonesia (BEI) pada Kamis pagi bergerak melemah seiring meningkatnya ekspektasi pelaku pasar terhadap berlanjutnya kenaikan suku bunga The Fed pada pertemuan Oktober 2026.
IHSG dibuka melemah 9,93 poin atau 0,16 persen ke posisi 6.364,98. Sementara itu, kelompok 45 saham unggulan atau Indeks LQ45 turun 2,55 poin atau 0,40 persen ke posisi 630,63.
βApabila support 6.347 kembali ditembus, tekanan koreksi berpotensi berlanjut menuju area 6.290-6.180. Sebaliknya, rebound perlu mengembalikan IHSG ke atas 6.422β6.451, kemudian 6.463 sebagai resistance berikutnya. Jika berhasil melewati area tersebut, IHSG berpeluang menguji 6.552β6.591, sebelum menuju area 6.723,β ujar Head of Research Kiwoom Sekuritas Liza Camelia Suryanata dalam kajiannya di Jakarta di Jakarta, Kamis.
Dari mancanegara, Liza mengatakan ekspektasi pelaku pasar fokus terhadap kebijakan The Fed selanjutnya, setelah data S&P Global Composite PMI Amerika Serikat (AS) naik ke level 58,4 pada September 2026, atau level tertinggi sejak Juli 2021, serta indeks harga input AS naik ke level tertinggi sejak Oktober 2022.
Fed Governor, Michael Barr mengatakan bahwa risiko terhadap pencapaian target inflasi AS sebesar 2 persen telah meningkat dan penyesuaian kebijakan lebih lanjut kemungkinan diperlukan.
Sehingga, CME FedWatch menunjukkan probabilitas kenaikan suku bunga sebesar 25 bps pada Oktober 2026 mencapai 60 persen, sedangkan peluang kenaikan pada Desember 2026 berada di sekitar 48 persen.