NADIKABAR.COM β€” Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) Bursa Efek Indonesia (BEI) pada Rabu bergerak menguat di tengah pelaku pasar mencermati sentimen di tingkat global dan domestik.

IHSG dibuka menguat 14,70 poin atau 0,25 persen ke posisi 5.940,68. Sementara itu, kelompok 45 saham unggulan atau Indeks LQ45 naik 1,91 poin atau 0,32 persen ke posisi 591,10.

"Jika IHSG mampu menguat, idealnya akan kembali menguji level 5.979 atau 5.995 atau 6.120. Sebaliknya dengan skenario turun, IHSG bisa kembali melemah dan menguji support 5.839, jika breakdown lanjut ke support selanjutnya di 5.805-5.774," ujar Head of Research Kiwoom Sekuritas Indonesia Liza Camelia Suryanata dalam kajiannya di Jakarta, Rabu.

Dari mancanegara, Liza mengatakan sentimen pasar cenderung negatif, dengan perhatian investor tertuju pada valuasi saham teknologi, persaingan kecerdasan buatan (AI) dari China, serta keberlanjutan belanja infrastruktur AI.

Kemajuan ChangXin Memory Technologies (CXMT) dalam pengembangan arsitektur memori baru meningkatkan tekanan terhadap perusahaan semikonduktor Amerika Serikat (AS) dan Korea Selatan.

CEO Broadcom Hock Tan memperingatkan bahwa belanja AI yang berlebihan berpotensi menghasilkan imbal hasil yang rendah.

β€œInvestor juga mencermati risiko inflasi akibat tingginya harga energi dan prospek penerbitan obligasi oleh sektor teknologi,” ujar Liza.

Sementara itu, ketegangan di kawasan Timur Tengah meningkat setelah kelompok Houthi yang didukung oleh Iran meningkatkan serangan terhadap Arab Saudi, termasuk penargetan fasilitas energi dan bandara.