NADIKABAR.COM — Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) Bursa Efek Indonesia (BEI) pada Selasa bergerak naik mengikuti penguatan mayoritas bursa kawasan Asia dan global.

IHSG dibuka menguat 20,27 poin atau 0,33 persen ke posisi 6.139,13. Sementara itu, kelompok 45 saham unggulan atau Indeks LQ45 naik 2,23 poin atau 0,37 persen ke posisi 605,46.

"Diperkirakan penguatan IHSG berpotensi berlanjut dengan menguji level 6.150-6.200,” ujar Kepala Riset Phintraco Sekuritas Ratna Lim dalam kajiannya di Jakarta, Selasa.

Dari mancanegara, harga minyak mentah global cenderung melemah 1,9 persen ke level 100 dolar AS per barel pada Senin (5/10), dipengaruhi oleh pemulihan ekspor minyak mentah di Timur Tengah dan langkah negara-negara G7 untuk meredakan kekhawatiran pasokan.

Selain itu, sentimen juga datang dari serangan balik oleh pemerintah Yaman yang didukung oleh Arab Saudi untuk merebut kembali wilayah di dekat Selat Bab el-Mandeb dari kelompok Houthi yang didukung Iran.

Menurunnya harga minyak ditambah data ketenagakerjaan Amerika Serikat (AS) yang melemah, mengurangi tekanan terhadap The Fed untuk menaikkan suku bunga acuannya lebih lanjut, sehingga kemungkinan akan mempertahankan Fed Funds Rate (FFR) tidak berubah pada Oktober 2026.

Pada pekan ini, pelaku pasar akan menantikan risalah FOMC The Fed periode September 2026, untuk mencari indikasi mengenai kemungkinan kenaikan suku bunga berikutnya.