NADIKABAR.COM β€” Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) Bursa Efek Indonesia (BEI) pada Selasa berpotensi bergerak sideways seiring pelaku pasar menantikan respons Bank Indonesia (BI) terhadap pengetatan moneter yang dilakukan oleh berbagai bank sentral di tingkat global.

Dibuka menguat, IHSG pada pukul 09.55 WIB bergerak melemah 34,99 poin atau 0,55 persen ke posisi 6.349,74. Sementara itu, kelompok 45 saham unggulan atau Indeks LQ45 turun 3,06 poin atau 0,48 persen ke posisi 631,23.

β€œDiperkirakan IHSG berpotensi menguji level 6.300-6.350 pada perdagangan Selasa. Namun turunnya harga minyak dan penguatan pada indeks bursa global berpotensi membatasi pelemahan indeks,” ujar Kepala Riset Phintraco Sekuritas, Ratna Lim dalam kajiannya di Jakarta, Selasa.

Dari dalam negeri, pelaku pasar cenderung bersikap hati-hati menantikan hasil Rapat Dewan Gubernur (RDG) Bank Indonesia (BI) pada 22-23 September 2026 pekan ini.

Pelaku pasar menantikan respons BI, setelah sebelumnya berbagai bank sentral dunia, diantaranya The Fed, Bank of Japan (BoJ), hingga Europan Central Bank (ECB) telah menaikkan suku bunga acuannya sebesar 25 basis poin pada bulan September 2026, sebagai upaya untuk meredam lonjakan inflasi akibat krisis energi.

Di sisi lain, BEI akan mengimplementasikan batasan harga terendah saham menjadi Rp1 yang mulai efektif berlaku pada 28 September 2026 pekan depan.