NADIKABAR.COM β€” Senior Technical Analyst Mirae Asset Sekuritas Indonesia, M Nafan Aji Gusta mengatakan bahwa pelaku pasar tengah mencermati reshuffle (perombakan) dalam Kabinet Merah Putih, yang dinilai berpotensi memunculkan uncertainty terkait arah kebijakan pemerintah ke depan.

Pada penutupan perdagangan Kamis (1/10) sore, Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) Bursa Efek Indonesia (BEI) ditutup melemah 61,64 poin atau 1,02 persen ke posisi 6.009,50, yang mana seharian betah berada di zona merah.

"Dari sisi domestik, pasar merespons perkembangan reshuffle kabinet yang kembali memunculkan uncertainty terkait arah kebijakan pemerintah ke depan.” ujar Nafan saat dihubungi oleh ANTARA di Jakarta, Kamis.

Nafan mengatakan dampak reshuffle kabinet terhadap pasar keuangan maupun saham sangat bergantung pada persepsi investor terhadap figur yang ditunjuk dan kontinuitas kebijakan ekonomi.

"Dalam jangka pendek, reshuffle kabinet dapat meningkatkan volatilitas karena pasar perlu menilai kembali arah kebijakan, koordinasi antarkementerian, serta implikasinya terhadap program fiskal dan ekonomi," ujar Nafan.

Di sisi lain, ia menyebut apabila perubahan tersebut dipersepsikan mampu memperkuat efektivitas pemerintahan, menjaga kesinambungan kebijakan, dan memberikan kepastian terhadap agenda reformasi maupun investasi, dampaknya dapat menjadi lebih konstruktif dalam jangka menengah.

Dengan demikian, menurutnya, pasar saat ini kemungkinan lebih membutuhkan policy clarity dibandingkan sekadar perubahan komposisi kabinet.

β€œPerkembangan reshuffle hari ini sendiri menunjukkan bahwa pasar langsung merespons perubahan tersebut, meskipun perlu dibedakan antara reaksi awal dan dampak fundamentalnya,” ujar Nafan.