NADIKABAR.COM — PT Indonesia Infrastructure Finance (IIF) memangkas waktu penilaian awal pembiayaan infrastruktur hingga 30 persen melalui integrasi platform digital dan aplikasi internal untuk mempercepat proses pembiayaan proyek.

Transformasi digital tersebut dilakukan melalui platform Credit Sentinel yang dikembangkan secara internal serta integrasi lebih dari 30 aplikasi ke dalam satu sistem terpadu. Sistem ini mendukung proses pembiayaan mulai dari penerimaan proposal, penilaian risiko, hingga pemantauan proyek.

Presiden Direktur dan CEO IIF Rizki Pribadi Hasan mengatakan, percepatan proses pembiayaan menjadi salah satu kebutuhan dalam mendukung pengembangan infrastruktur di Indonesia. Selain ketersediaan modal, kepastian proses dan kepercayaan juga menjadi faktor penting dalam pembiayaan proyek.