βTantangan infrastruktur Indonesia bukan hanya soal permodalan, tetapi juga soal kecepatan dan kepercayaan. Credit Sentinel hanyalah permulaan. Kami akan terus berinovasi dan memanfaatkan teknologi untuk membuat pembiayaan lebih cepat, lebih transparan, dan lebih responsif terhadap kebutuhan klien yang terus berkembang, dengan tetap menjaga standar tata kelola tertinggi,β ujar Rizki dalam keterangan di Jakarta, Selasa.
Rizki mengatakan, integrasi sistem digital tersebut juga meningkatkan transparansi bagi pengembang proyek dan investor. IIF berencana mengembangkan Credit Sentinel melalui pemanfaatan analitik lanjutan dan otomatisasi untuk mendukung pertumbuhan bisnis serta memperkuat manajemen risiko.
Selain transformasi digital, IIF juga memperkuat tata kelola perusahaan, kepatuhan, dan manajemen risiko hukum untuk mendukung pembiayaan transaksi jangka panjang yang kompleks. Langkah tersebut ditujukan untuk meningkatkan kepastian hukum dan kepercayaan pemangku kepentingan dalam pembiayaan infrastruktur.