NADIKABAR.COM — Biaya iklan digital yang terus meningkat membuat banyak pelaku usaha harus berpikir ulang soal cara mendapatkan customer baru. Ketika budget promosi semakin besar, sementara hasilnya belum tentu sebanding, mengandalkan iklan berbayar saja bisa menjadi beban tersendiri, terutama bagi bisnis yang masih berkembang.

Di sinilah WhatsApp Marketing membutuhkan strategi. Bukan sekadar mengirim katalog atau broadcast promo, tetapi bagaimana mengelola percakapan sejak calon customer pertama kali menghubungi hingga mereka siap mengambil keputusan.

Berbeda dengan media sosial yang mengandalkan konten untuk menjangkau audiens secara luas, WhatsApp memungkinkan bisnis berkomunikasi lebih langsung dengan calon customer. Namun, komunikasi yang terlalu fokus pada jualan justru bisa membuat calon customer merasa tidak nyaman. Karena itu, penting untuk memahami bagaimana membuka percakapan, menggali kebutuhan, memberikan penawaran yang relevan, hingga melakukan follow-up tanpa membuat customer merasa sedang dikejar-kejar.