Mengusung tema 'Trade, Tourism, Investment, and Industry: Enhancing East Kalimantan's Economic Transformation', forum ini menghadirkan sejumlah investor pelopor yang berbagi pengalaman berinvestasi di Nusantara. Mereka berasal dari PT Star Bright International Investment, PT Dian Jaya Indonesia, Mayapada Hospital Nusantara, dan PT Hauptstadt Indonesia Borneo.
Adapun salah satu yang menceritakan pengalamannya adalah Direktur Mayapada Hospital Nusantara, dr. Farah Alkatiri, M.M., M.Ph., FISQua. Menurut dr. Farah, rumah sakit ini memulai pembangunan melalui groundbreaking pada November 2023 dan resmi beroperasi pada Oktober 2024, salah satunya berkat dukungan langsung melalui proses perizinan satu pintu Otorita IKN.
"Untuk perizinan, kami sebagai investor sangat dipermudah oleh Otorita IKN. Seperti yang tadi sudah disampaikan (progres pembangunan), perizinan pembangunan gedung tidak perlu menunggu lama dari Otorita IKN," ujar dr. Farah.
Selain investor pelopor, MIF 2026 turut mengundang perwakilan diplomatik dan perdagangan internasional dari Bangladesh, Belarus, Tunisia, Filipina, Hong Kong, dan Spanyol. Kehadiran mereka membuka peluang penjajakan kerja sama di sektor perdagangan, industri, investasi, dan pengembangan kawasan.
Duta Besar (Dubes) Belarusia untuk Indonesia, Raman Ramanouski menyampaikan ketertarikannya untuk memperluas hubungan bisnis di wilayah Kaltim, termasuk IKN. Dubes Belarusia tersebut menyoroti peluang kerja sama di sektor pertanian, khususnya peran Belarusia sebagai salah satu negara pemasok pupuk potasium bagi Indonesia.