Dandik menambahkan, film tersebut dapat mendorong anak muda untuk mencari sumber informasi yang kredibel guna memahami sejarah pelanggaran HAM di Indonesia.

Pemahaman itu penting agar masyarakat tidak melupakan peristiwa masa lalu dan mampu mencegah pelanggaran serupa terulang.

Ia menilai relevansi film tersebut semakin kuat di tengah situasi politik saat ini. Menurut dia, berbagai kasus represi terhadap aktivis, penangkapan mahasiswa saat demonstrasi, serta persoalan pelanggaran HAM dan kerusakan lingkungan menunjukkan pentingnya pembelajaran sejarah.

β€œSituasi pelanggaran HAM yang berulang-ulang itu terjadi karena tidak adanya pertanggungjawaban hukum maupun politik dari para pelakunya. Tidak ada preseden hukum untuk mengadili para pelanggar HAM berat,” ujarnya.

Ia berharap generasi muda tidak berhenti pada cerita yang disajikan dalam film, tetapi melanjutkan dengan mempelajari berbagai sumber sejarah dan memahami proses hukum atas kasus-kasus pelanggaran HAM masa lalu.

Menurut Dandik, penyelesaian yang adil bagi korban menjadi bagian penting untuk mencegah keberulangan pelanggaran HAM. Dengan memahami sejarah, generasi muda diharapkan dapat mengambil peran dalam memperjuangkan penghormatan terhadap hak asasi manusia.