NADIKABAR.COM — Direktur Utama PAM Jaya Arief Nasrudin mendampingi Gubernur DKI Jakarta Pramono Anung dalam kunjungan kerja ke New York, Amerika Serikat. Dalam kunjungan tersebut, Arief membawa isu pengelolaan air Jakarta dan membuka peluang pemanfaatan air untuk kebutuhan industri data center.

Arief menjadi perwakilan dari Indonesia yang diminta memaparkan persoalan pengelolaan air minum perpipaan dalam Private CEO Roundtable di New York. Forum tersebut merupakan bagian dari rangkaian 81st UN General Assembly.

"PAM JAYA hadir atas undangan Ministry of Foreign Affairs of the United Arab Emirates (UAE) selaku penyelenggara acara tersebut untuk berbagi perspektif mengenai pengelolaan air minum perpipaan di Jakarta," kata Arief dalam keterangan tertulis, Kamis (23/9/2026).

Dia membahas kebutuhan pengembangan infrastruktur air minum perpipaan di Jakarta. PAM JAYA menargetkan cakupan layanan air minum perpipaan mencapai 100% pada 2029.

Target tersebut diikuti dengan rencana pengembangan kapasitas produksi hingga 32.950 liter per detik. PAM Jaya juga menargetkan pembangunan jaringan perpipaan sepanjang 16.234 kilometer.

"Perluasan layanan tersebut juga diarahkan untuk mengurangi ketergantungan terhadap penggunaan air tanah dan penurunan muka tanah, meningkatkan ketahanan terhadap perubahan iklim, serta memperkuat daya dukung Jakarta sebagai kota global yang berkelanjutan dan terus berkembang," ujarnya.

Selain soal layanan air perpipaan, PAM JAYA juga menjajaki peluang penyediaan air untuk kebutuhan industri data center. Arief mengatakan penjajakan tersebut berkaitan dengan kebutuhan pendingin data center.

"Selain membahas pengembangan layanan air, kehadiran PAM JAYA dalam forum tersebut juga membuka peluang penjajakan awal di sektor industri yang berkaitan dengan water cooling untuk kebutuhan data center," ujarnya.

Arief menyebut penjajakan itu masih berada pada tahap awal. PAM Jaya ingin melihat potensi peran perusahaan dalam mendukung kebutuhan air bagi perkembangan industri berbasis teknologi dan infrastruktur digital.

PAM Jaya juga melakukan penjajakan skema pembiayaan kreatif atau creative financing dengan sejumlah pemimpin bisnis. Skema tersebut menjadi salah satu alternatif mendukung kebutuhan investasi air.

"Kebutuhan investasi menjadi bagian penting dalam pengembangan layanan. PAM Jaya terus mendorong revitalisasi jaringan perpipaan untuk meningkatkan kualitas layanan sekaligus mengurangi kehilangan air atau non-revenue water (NRW)," jelasnya.

Dia menyebut sebagian jaringan perpipaan PAM Jaya telah berusia lebih dari 20 tahun. Dia mengatakan PAM Jaya membutuhkan investasi untuk melakukan perbaikan.

"Air bukan sekadar kebutuhan dasar, tetapi merupakan fondasi bagi kehidupan, kesehatan, lingkungan, dan pertumbuhan ekonomi. Ketika kita berbicara mengenai pembangunan masa depan, maka pembicaraan mengenai air harus ditempatkan di bagian paling fundamental," ujarnya.