NADIKABAR.COM — I. League mendukung penuh wacana dari Ketua Umum PSSI, Erick Thohir, memberikan sanksi pengurangan poin ke klub jika suporternya anarkis. Sanksi berat harus diterapkan demi efek jera.

Ketua Umum PSSI, Erick Thohir, mengancam akan memberikan sanksi pengurangan poin kepada klub yang tidak bisa menjaga tindakan para suporternya. Erick Thohir mengutarakan hal tersebut setelah terjadi penyerang yang dilakukan oleh kelompok suporter.

Baru-baru ini terjadi insiden penyerangan terhadap bus tim EPA Persib terjadi di Tol Batang, Jawa Tengah, Minggu (11/10/2026). Di lokasi lain, ada juga penyerangan terhadap bus rombongan yang ditumpangi suporter Persija Jakarta, The Jakmania, di Tol Palikanci, usai pulang dari Yogyakarta, Senin (12/10).

Operator Liga Indonesia, I.League, mendukung penuh keinginan Erick Thohir untuk memberi sanksi pengurangan poin ke klub jika suporternya anarkis. Direktur Utama I.League, Ferry Paulus, mengatakan langkah tegas harus diambil demi menjaga sepakbola Indonesia agar tetap aman baik di dalam maupun di luar stadion.

"Kami sepenuhnya mendukung sikap Ketua Umum PSSI. Sepak bola Indonesia sedang berkembang ke arah yang semakin baik. Kompetisi semakin kompetitif, atmosfer stadion semakin hidup, dan suporter tim tamu akhirnya kembali bisa hadir. Semua kemajuan ini harus kita jaga. Jangan sampai tindakan kekerasan justru membawa sepak bola kita kembali mundur," ujar Ferry Paulus dalam rilis yang diterima NadiKabar.

Ferry Paulus juga menegaskan siap berkoordinasi dengan PSSI agar sanksi pengurangan bisa kepada klub akibat tindakan suporternya bisa diterapkan. Menurutnya, sanksi berat harus diterapkan untuk memberikan efek jera agar kejadian serupa tak terjadi.

"Melihat perkembangan dan potensi konflik yang mulai muncul, kami berpandangan bahwa ketentuan hukuman perlu diperkuat. Sanksi tidak boleh hanya berhenti pada denda atau hukuman yang tidak memberikan efek jera. Kami siap berkoordinasi dengan PSSI untuk mendorong sanksi yang lebih berat, termasuk pengurangan poin bagi klub apabila terjadi pelanggaran serius sesuai dengan ketentuan yang berlaku," tegas Ferry.