Peneliti melihat juga bahwa otak ini menyimpan catatan sejarah perkembangannya, sehingga tahu berapa usianya.

"Kami sedikit terkejut dengan hasilnya," kata Arlotta.

Ia menyebutnya sebagai pembengkokan waktu perkembangan. Sel-sel mencatat dan mengingat waktu yang mereka habiskan saat menjalani pengembangan.

"Itu mungkin merupakan bukti utama, tetapi jelas kami perlu mencari tahu bagaimana menggunakan pengetahuan yang baru didapat ini untuk memungkinkan pemahaman tentang tahap perkembangan selanjutnya, tanpa harus menunggu bertahun-tahun hingga organoid tersebut tumbuh," katanya.

Hasil studi Faravelli dan rekan-rekan ini dipublikasi di jurnal Nature dengan judul "Human brain organoids record the passage of time over multiple years", 19 Agustus 2026.