"Jadi beberapa tenant sudah mengoperasikan PLTS, seperti PT BTR berkapasitas 9,5 megawatt peak (MWp), PT Indonesia Tsingshan Stainless Steel (ITSS) sebesar 0,957 MWp, PT Indonesia Guang Ching Nickel and Stainless Steel Industry (GCNS) 0,304 MWp, dan PT Ocean Sky Metal Industry (OSMI) sebesar 0,188 MWp," katanya pula.

Ia menuturkan komitmen beralih ke energi tenaga surya secara bertahap pun dilakukan PT Dexin Steel Indonesia (DSI) tengah mengembangkan PLTS atap berkapasitas 66 MWp menggunakan sekitar 119.800 panel surya di atas lahan seluas 396.700 meter persegi.

"Ada PT PMMI juga segera menyelesaikan instalasi PLTS 0,57 MWp, sementara PT QMB tengah memetakan pemanfaatan energi surya guna menekan ketergantungan pada energi fosil. Termasuk PT Sesmo sedang mengembangkan PLTS berkapasitas 200 MWp di atas lahan sekitar 200 hektare," ujarnya lagi.

Yulius menyebutkan pihak saat ini mulai menerapkan penyesuaian teknologi PLTS, seperti PT GCNS dan ITSS yang memanfaatkan area atas kanal melalui konsep Canal Top Solar PV.