NADIKABAR.COM — Kementerian Luar Negeri Republik Indonesia (Kemlu RI) menghadirkan 26 perusahaan nasional dalam INA-LAC Business Mission 2026 di Santiago, Chile, yang menghasilkan kesepakatan konkret senilai US$328,98 juta (Rp5,89 triliun) serta potensi transaksi US$344,08 juta (sekitar Rp6,16 triliun).
Menurut keterangan resmi Kemlu RI yang diterima di Jakarta, Senin, nilai tersebut meningkat masing-masing sebesar 10,8 persen dan 21,2 persen dibandingkan dengan capaian pada misi tahun lalu di Sao Paulo, Brazil, yaitu sebesar US$297 juta (Rp5,32 triliun) dan US$284 juta (sekitar Rp5,08 triliun).
Kegiatan yang bertujuan untuk memperkuat hubungan perdagangan dan investasi Indonesia dengan kawasan Amerika Latin dan Karibia (LAC) itu diselenggarakan melalui kolaborasi Kemlu RI dengan Kamar Dagang dan Industri Indonesia (KADIN Indonesia), Sociedad de Fomento Fabril (SOFOFA), serta sejumlah mitra lainnya.
Dalam pidato pembukaan, Wakil Menteri Luar Negeri Republik Indonesia Arif Havas Oegroseno menyatakan bahwa tema INA-LAC 2026, “Bridging Continents, Unlocking Opportunities”, sangat relevan di tengah dinamika geopolitik yang terus berkembang serta implikasinya terhadap ketahanan energi dan pangan global.
Ia menuturkan, penyelenggaraan forum bisnis tersebut menegaskan pentingnya memilih konektivitas daripada fragmentasi, melalui penguatan hubungan perdagangan dan investasi antara Indonesia dan Amerika Latin, perluasan kerja sama lintas sektor, serta pembentukan kemitraan ekonomi yang lebih terdiversifikasi dan tangguh.