Negara-negara tersebut antara lain Meksiko, Korea Selatan, Polandia, Georgia, Selandia Baru, Tunisia, Thailand, Malaysia, Uruguay, Afrika Selatan, Austria, Swiss, Spanyol, Kenya, Aljazair, Rumania, Yordania, Turki, Ukraina, Kosta Rika, Brasil, dan Pakistan.

Di antara tokoh yang masuk dalam daftar undangan adalah Direktur Jenderal Asia, Pasifik, dan Afrika di Kementerian Luar Negeri Indonesia Santo Darmosumarto selaku Co-Chair JAGA dan Duta Besar Georgia untuk Indonesia, Tornike Nozadze, serta sejumlah tokoh diplomatik Indonesia.

Menurut Denon, pertemuan ini juga menjadi kesempatan untuk mempererat hubungan dengan pemangku kepentingan penerbangan nasional, termasuk regulator, operator bandar udara, penyedia layanan navigasi penerbangan, dan pelaku usaha aviasi.

"Melalui pertemuan seperti ini, kita ingin membangun hubungan yang lebih erat, bertukar gagasan, dan membuka peluang kerja sama jangka panjang. Indonesia terbuka untuk kolaborasi dan investasi dalam pengembangan industri aviasi," ujar Denon.

Menurutnya, Indonesia memiliki potensi pasar penerbangan yang besar, didukung kebutuhan konektivitas antar pulau serta posisi geografis yang strategis di kawasan Asia Tenggara.