β€œInalum itu 2,8 sampai 2,9. Kemarin kita meluncurkan sertifikat green dan diterima sangat baik oleh market,” ujarnya.

Arif memastikan Inalum akan mempertahankan status hijau produksi di Kuala Tanjung dengan memanfaatkan sumber energi terbarukan selain pembangkit listrik tenaga air (PLTA).

Ia menjelaskan perusahaan akan menjajaki pemanfaatan sumber energi terbarukan lain di Sumatera Utara, termasuk potensi pembangkit listrik tenaga air di luar aliran Sungai Asahan.

β€œKita akan memanfaatkan, kalau kita akan menggunakan jaringan PLN kita akan menggunakan renewable energy certificate (REC) dari PLN,” katanya.