"Itu bulan sabit dan planet Venus (bintang Kejora)," kata Thomas saat dikonfirmasi, Senin (14/9/2026) malam.
Thomas menjelaskan, peristiwa tersebut sejatinya merupakan dinamika langit yang normal, kendati momen pertemuannya memang tergolong langka disaksikan secara kasat mata.
"Itu fenomena biasa, hanya jarang terjadi," jelas Thomas.
Lebih lanjut, Thomas memaparkan bahwa Bulan dan planet-planet di tata surya bergerak mengitari poros edar yang relatif sejajar. Hal ini memungkinkan terjadinya pertemuan visual antarbenda langit jika dilihat dari sudut pandang pengamat di Bumi.
"Bulan dan planet-planet mengorbit hampir satu bidang, atau di langit hampir satu garis. Jadi suatu saat akan tampak berdekatan atau bulan menutup planet," terangnya.