Dalam kesempatan tersebut, Aviliani menyoroti pasar perdagangan internasional di mana negara berkembang menjadi pusat pasar baru.
Untuk itu, Aviliani merekomendasikan agar pemerintah mempercepat perjanjian dagang guna mencari peluang pasar baru dan memperkuat pasar yang sudah ada.
“Kami lihat peluang, ya. Perjanjian-perjanjian sebenarnya ada yang sudah disepakati, tetapi implementasinya belum. Ada yang dijalankan, tetapi pengusaha belum sepenuhnya diajak,” kata Aviliani.
Meskipun demikian, Aviliani mengingatkan yang penting untuk menjadi perhatian adalah memastikan perjanjian dagang yang dilakukan dengan negara lain sesuai dengan kondisi Indonesia.