βPenguatan adaptasi perlu dilakukan dengan membangun ketahanan lintas sektor, termasuk pangan, air, dan energi,β ujar Sugiono dalam keterangan resmi Kementerian Luar Negeri RI yang diterima di Jakarta, Kamis.
Pendekatan tersebut tercermin dalam dokumen Second NDC Indonesia yang menempatkan ketahanan pangan, air, dan energi, serta transisi energi sebagai bagian penting dari respons nasional terhadap perubahan iklim.
Sugiono menegaskan bahwa aksi nasional tersebut membutuhkan dukungan kolektif komunitas internasional melalui penyediaan akses terhadap pendanaan konsesional, teknologi, peningkatan kapasitas, dan investasi.
Hal tersebut diperlukan agar negara berkembang dapat merespons risiko iklim secara lebih efektif, termasuk melakukan penilaian risiko dan penguatan kesiapsiagaan iklim.