Pada sesi awal pertandingan, ketiga penembak Indonesia tampil solid dan sangat tenang. Mereka berhasil menjaga torehan poin tetap berada di papan atas untuk bersaing ketat dengan tim-tim kuat lain Asia, seperti China, Korea Selatan, Vietnam, dan India.

A post shared by PB PERBAKIN (ISHA) (@perbakinofficial)

Titik krusial jalannya pertandingan terjadi pada seri kecepatan penuh, yaitu saat para atlet hanya diberi waktu empat detik saja untuk mengeksekusi lima tembakan pada lima target berbeda.