Dikatakan, beasiswa yang diberikan kepada mahasiswa dari kedua negara itu berasal dari Kemitraan Negara Berkembang (KNB), dan The Indonesian Aid (TIAS) serta beasiswa dari masing-masing perguruan tinggi.

Untuk tahun 2026, kata Arief, 26 mahasiswa asal Salomon berhasil mendapat beasiswa sedangkan dari PNG tercatat 10 orang.

Sebelum mengikuti pendidikan di perguruan tinggi, para mahasiswa mengikuti kursus bahasa Indonesia baik yang dilaksanakan di KBRI Port Moresby maupun di Indonesia.