NADIKABAR.COM — Pemerintah Indonesia dan Fiji sepakat untuk mempererat kemitraan dalam bidang kebudayaan, yang mencakup pelindungan warisan budaya, pertukaran seniman, serta pengembangan usaha ekonomi kreatif.
Dalam pertemuan bilateral dengan Menteri Urusan Multi-Etnis, Kebudayaan, Warisan, dan Seni Fiji Charan Jeath Singh di sela Indonesia-Pacific Cultural Connect 2026, Menteri Kebudayaan RI Fadli Zon menyampaikan pentingnya kerja sama berkelanjutan antara kedua negara.
"Indonesia dan Fiji memiliki hubungan yang telah terjalin lama dan menyimpan banyak potensi kerja sama di bidang kebudayaan," katanya sebagaimana dikutip dalam keterangan pers kementerian di Jakarta, Jumat.
"Kita dapat memperkuat hubungan ini melalui pembaruan atau penyusunan kembali nota kesepahaman di bidang kebudayaan dan warisan budaya yang menjadi payung bagi berbagai program bersama ke depan," kata Fadli.
Sebagai anggota Komite Antarpemerintah UNESCO untuk Pelindungan Warisan Budaya Takbenda, ia menyampaikan, Indonesia mendukung kerja sama internasional yang bermakna guna memperkuat pelindungan warisan budaya takbenda dan peningkatan kapasitas.
"Kita dapat menjajaki nominasi bersama atas tradisi yang memiliki kesamaan, sekaligus memperkuat pertukaran pengetahuan dan pengalaman dalam pelestarian kebudayaan," katanya.
Dalam pertemuan bilateral, Fadli Zon dan Charan Jeath Singh membahas peluang nominasi bersama tradisi seperti memasak bersama menggunakan batu panas atau bakar batu di wilayah Indonesia dan Fiji sebagai bagian dari warisan budaya takbenda UNESCO.
Indonesia dan Fiji juga dinilai dapat menjalankan program residensi dan pertukaran seniman, produksi karya kolaboratif, serta peningkatan kapasitas sumber daya manusia di bidang kebudayaan.
Selain itu, Fadli menyampaikan, kedua negara bisa bermitra dalam mengembangkan pengetahuan, keterampilan kriya, dan usaha ekonomi kreatif berbasis bambu.
Menurut dia, pengalaman Indonesia dalam membudidayakan dan mengolah bambu menjadi berbagai produk dapat menjadi referensi Fiji dalam mengembangkan industri kreatif berbasis bambu.
"Melalui pertukaran tenaga ahli dan penguatan keterampilan masyarakat, kerja sama ini dapat mendorong pengembangan kriya, membuka peluang ekonomi kreatif, serta memberikan manfaat berkelanjutan bagi masyarakat kedua negara," katanya.
Charan Jeath Singh menyampaikan bahwa hubungan bilateral Indonesia dengan Fiji yang telah berlangsung lima dekade lebih merupakan landasan kuat untuk mempererat hubungan antar-masyarakat serta mengembangkan kemitraan di bidang kebudayaan.
"Fiji sangat menghargai hubungan jangka panjang dengan Indonesia dan dukungan yang telah diberikan di berbagai bidang," katanya.
"Kami melihat peluang besar untuk memperkuat kerja sama kebudayaan, khususnya dalam pelestarian warisan budaya, pengelolaan museum, dokumentasi budaya, serta pelindungan pengetahuan dan praktik tradisional bagi generasi mendatang," ia menambahkan.
Ia menyoroti peluang kerja sama pengembangan industri kreatif berbasis komunitas, termasuk pemanfaatan bambu, melalui pelatihan, pertukaran tenaga ahli, pengembangan produk, serta promosi karya budaya di pasar regional dan internasional.
Harapannya, kerja sama tersebut dapat membuka kesempatan lebih luas bagi perajin, perempuan, dan kaum muda untuk berpartisipasi dalam kegiatan usaha ekonomi kreatif.