NADIKABAR.COM — Pemerintah Indonesia dan Kepulauan Solomon membahas penguatan kerja sama pembangunan, perdagangan, dan peningkatan kapasitas, termasuk di bidang perikanan dan pertanian, di sela-sela Sidang ke-81 Majelis Umum PBB di New York, Amerika Serikat.
Dalam keterangan yang diterima di Jakarta, Sabtu, Menteri Luar Negeri (Menlu) RI Sugiono bertemu dengan Menlu Kepulauan Solomon Rick Nelson Houenipwela, Kamis (24/9), untuk memperkuat kerja sama kedua negara di kawasan Pasifik.
Sugiono juga mengundang para pelaku usaha dari Kepulauan Solomon untuk berpartisipasi dalam Trade Expo Indonesia yang akan digelar pada 14-18 Oktober 2026 serta mendorong finalisasi kerja sama di bidang pendidikan dan kebudayaan.
Sementara itu, Menlu Rick Nelson menyampaikan rencananya untuk memperkuat perwakilan Kepulauan Solomon di Jakarta guna mendorong hubungan ekonomi dan perdagangan antara kedua negara.
Dia juga mengapresiasi kontribusi Indonesia melalui berbagai program peningkatan kapasitas dan beasiswa.
Pada kesempatan yang sama, Menlu Sugiono juga bertemu Sekretaris Jenderal Forum Kepulauan Pasifik (PIF) Baron Divavesi Waqa untuk menguatkan kerja sama Indonesia dengan kawasan Pasifik dalam bidang pembangunan dan ketahanan kawasan.
Sugiono menyambut baik status Indonesia sebagai mitra strategis PIF dan menegaskan komitmennya untuk memperkuat kontribusi bagi pembangunan dan ketahanan kawasan dengan Strategy for the Blue Pacific Continent 2050 sebagai salah satu rujukan.
Kedua pihak juga membahas dukungan Indonesia terhadap Pacific Resilience Facility (PRF) serta peningkatan dialog antara Indonesia dengan negara-negara Pasifik.
Kepulauan Solomon menjabat sebagai ketua Forum Kepulauan Pasifik (PIF) dan menjadi tuan rumah Pertemuan Pemimpin PIF ke-54 di Honiara dan Noro pada 8-12 September 2025 lalu.