NADIKABAR.COM — Ketika ancaman keamanan melintasi batas negara, keberhasilan penanganannya tidak hanya bergantung pada kesiapan masing-masing negara, tetapi juga pada kemampuan mereka menyelaraskan tindakan.
Informasi yang dimiliki satu negara mungkin dibutuhkan negara lain, sementara penanganan suatu kasus dapat melibatkan lembaga dengan kewenangan berbeda. Tanpa koordinasi yang efektif, celah di antara mereka dapat dimanfaatkan oleh pelaku kejahatan.
Asia Tenggara telah memiliki berbagai mekanisme untuk menghadapi persoalan tersebut, mulai dari kemitraan bilateral hingga forum keamanan subregional dan regional. Namun, keberadaan mekanisme itu belum dengan sendirinya menjamin bahwa informasi, kapasitas, dan keputusan dari satu jalur kerja sama dapat mendukung jalur lainnya.