Hal tersebut, kata dia, tidak dapat dibangun melalui eksklusivitas, melainkan dengan dialog, saling percaya, penghormatan terhadap hukum internasional, dan kemampuan mengelola perbedaan secara damai.

Lebih lanjut, Menko Polkam menekankan bahwa kerja sama Indonesia-China tak hanya berfokus pada perdagangan dan investasi, tetapi juga mencakup kemitraan politik dan keamanan, konektivitas maritim, hubungan antarmasyarakat, serta koordinasi bersama untuk merespons tantangan dunia yang semakin kompleks.

Ia lantas menyambut keberhasilan pelaksanaan Dialog Strategis Komprehensif China-Indonesia di Jakarta pada 21 Agustus lalu, yang dilanjutkan dengan pertemuan tingkat menteri dalam format ‘2+2’ antara menlu dan menhan Indonesia dan China pada hari yang sama.

Djamari menilai dialog tersebut mencerminkan kesadaran kedua negara akan pentingnya menjaga komunikasi strategis demi meningkatkan sikap saling percaya sebagai pondasi dalam menguatkan kerja sama bilateral.