NADIKABAR.COM — Kementerian Ekonomi Kreatif bersama India membangun Indonesia–India Creative Tech Corridor di Kawasan Ekonomi Khusus (KEK) Singhasari, Jawa Timur, untuk mengembangkan kekayaan intelektual (IP) lokal melalui pemanfaatan kecerdasan artifisial (AI) dan memperluas akses karya kreatif ke pasar global.

Menteri Ekonomi Kreatif/Kepala Badan Ekonomi Kreatif Teuku Riefky Harsya mengatakan kerja sama ini menghubungkan talenta dan IP kreatif Indonesia dengan teknologi serta kapabilitas produksi audiovisual India sebagai tindak lanjut dari rangkaian World Conference on Creative Economy (WCCE) 2026.

“Kami ingin komitmen yang telah dibangun dalam WCCE dapat diterjemahkan menjadi kemitraan konkret yang menciptakan peluang ekonomi yang bermakna,” ujar Teuku Riefky dalam keterangan yang diterima di Jakarta, Senin.

Ia mengatakan Kementerian Ekonomi Kreatif mengapresiasi inisiatif KEK Singhasari dalam menjalin kerja sama dengan India untuk mengembangkan AI dengan tetap melibatkan talenta dan IP lokal. Menurut dia, IP karakter Indonesia berpeluang dikembangkan lebih jauh agar dapat menjangkau pasar internasional.

Kerja sama tersebut ditandai dengan penandatanganan nota kesepahaman (MoU) antara Lokanima di KEK Singhasari dan sejumlah mitra industri dari Indonesia dan India. Kolaborasi mencakup pengembangan teknologi kreatif, AI, penciptaan IP, serta distribusi konten audiovisual ke pasar internasional.