NADIKABAR.COM — Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Airlangga Hartarto menyampaikan Indonesia ingin memperdalam kerja sama dengan Jerman di berbagai sektor strategis, mulai dari industri, infrastruktur, perdagangan, investasi, energi, transformasi digital, kesehatan, hingga pengembangan sumber daya manusia.

"Ke depan, kami melihat peluang besar untuk memperdalam kerja sama di bidang industri, infrastruktur, perdagangan, investasi, energi, transformasi digital, kesehatan, ilmu hayati, dan pengembangan sumber daya manusia (SDM)," kata Airlangga dalam perayaan Hari Persatuan Jerman di Jakarta, Jumat.

Airlangga mengatakan hubungan Indonesia dan Jerman selama ini terus berkembang dalam satu dekade terakhir, berlandaskan rasa saling menghormati, kepercayaan, serta kepentingan bersama. Pada tahun ini, Indonesia dan Jerman memperingati 74 tahun hubungan diplomatik, sebelum merayakan 75 tahun hubungan bilateral pada 2027.

Menurut Airlangga, tahun 2026 menjadi momentum penting bagi penguatan hubungan kedua negara, yang ditandai dengan sejumlah kunjungan dan pertemuan tingkat tinggi.

Pada Juni 2026, Indonesia menerima kunjungan kenegaraan Presiden Jerman Frank-Walter Steinmeier. Dalam kunjungan tersebut, kedua negara menegaskan kembali komitmen untuk memperkuat kemitraan, khususnya di bidang kerja sama ekonomi, investasi, transisi energi, pendidikan, dan ketenagakerjaan.

Airlangga juga menyebut pertemuannya dengan delegasi bisnis Jerman yang dipimpin Menteri Negara di Kementerian Luar Negeri Jerman Florian Hahn sebagai bagian dari upaya menerjemahkan hubungan politik yang kuat menjadi kerja sama ekonomi yang konkret.

Pembahasan tersebut mencakup Komite Bersama Ekonomi dan Investasi, kerja sama industri dan hijau, investasi, serta pengembangan SDM.