NADIKABAR.COM — Pemerintah Indonesia membahas peluang kesepakatan kerja sama industri kreatif dengan Hollywood Chamber of Commerce (HCC), kamar dagang yang menaungi lebih dari 600 anggota di industri hiburan.

Pembicaraan itu dilakukan dalam acara the 4th Indonesia-US Digital Technology Forum: Creative Economy yang berlangsung di Los Angeles, Amerika Serikat, pada 5-8 Oktober.

Menurut siaran pers KJRI di Los Angeles yang diterima di Jakarta, Sabtu, forum tersebut dihadiri delegasi Indonesia yang dipimpin Direktur Jenderal Amerika dan Eropa Kementerian Luar Negeri RI Grata Endah Werdaningtyas serta Presiden sekaligus CEO HCC Ron Frierson.

Pertemuan itu membahas sejumlah potensi kerja sama, antara lain pengembangan talenta, produksi bersama (co-production), dan kesepakatan kerja sama (MoU) industri kreatif antara HCC dan Indonesia.

Grata mengatakan Indonesia melihat Los Angeles sebagai platform yang unik untuk memperkuat kerja sama ekonomi kreatif.

"Kami berharap hubungan yang lebih erat dengan Los Angeles dapat membuka peluang bagi talenta kreatif, kekayaan intelektual, dan pelaku industri kreatif Indonesia untuk terhubung dengan jaringan global," kata Grata.

Sementara itu, Ron Frierson mengatakan HCC merasa terhormat dapat menyambut baik delegasi Indonesia dalam diskusi produktif. Ron menilai Indonesia dan Hollywood memiliki semangat luar biasa di bidang kreativitas dan kewirausahaan.

"Kami berharap dapat mewujudkan hubungan tersebut menjadi kemitraan yang bermakna di bidang hiburan, pariwisata, dan bisnis, yang memberikan manfaat bagi para anggota kami serta mempererat hubungan antarkomunitas kita," kata Frierson.

Hollywood Chamber of Commerce merupakan organisasi bisnis yang berdiri pada tahun 1921 dan menjadi salah satu kamar dagang paling berpengaruh di California.

HCC juga mengelola hak kekayaan intelektual dari ikon kota Los Angeles, yakni Hollywood Sign dan Hollywood Walk of Fame.

Selain itu, forum yang difasilitasi KJRI di Los Angeles tersebut juga mempertemukan delegasi Indonesia dengan Wakil Wali Kota Los Angeles Dilpreet Sidhu untuk membahas pengembangan talenta di bidang film, animasi, musik, dan gim.

Jakarta dan Los Angeles telah menjalin sister city sejak tahun 1991.

Delegasi Indonesia juga melakukan pertemuan dengan Warner Bros. Discovery, William Morris Endeavour (WME), komunitas AI Los Angeles, University of Southern California, serta komunitas diaspora kreatif Indonesia di Los Angeles dan sekitarnya.