NADIKABAR.COM β€” Indonesia dan Jepang memperkuat kolaborasi mengembangkan pertanian regeneratif berbasis biochar guna membuka peluang kredit karbon, meningkatkan kesehatan tanah, serta menciptakan manfaat ekonomi berkelanjutan bagi petani.

Kepala Pusat Penyuluhan Pertanian (Kapusluh) Badan Penyuluhan dan Pengembangan Sumber Daya Manusia Pertanian (BPPSDMP) Kementerian Pertanian Eko Nugroho Dharmo Putro mengatakan fokus pertanian regeneratif adalah meningkatkan kesehatan tanah agar mampu menopang pertanian yang berkelanjutan sekaligus menguntungkan bagi petani.

"Biochar menjadi teknologi kunci untuk menyehatkan tanah, meningkatkan produksi pertanian, sekaligus menahan laju perubahan iklim,” kata Eko dalam Workshop on Carbon Credit Methodology to Strengthen Agricultural Extension on Applying Biochar for Land and Regenerative Agriculture yang digelar secara hybrid di Jakarta, Selasa.

Menurutnya, saat ini dunia global sedang membahas isu kredit karbon agar setiap negara yang berkontribusi melakukan mitigasi perubahan iklim mendapat manfaat yang berkeadilan.

Pertanian berbasis biochar berperan penting menahan karbon organik sisa residu pertanian agar tidak terlepas ke atmosfer yang memicu perubahan iklim. Metode perhitungan kredit karbon menjadi isu penting yang harus dikuasai Indonesia agar memahami kontribusi yang diberikan.

β€œPemerintah mengambil momentum agar sistem kredit karbon yang diterapkan dapat meningkatkan kesejahteraan petani,” ujar Eko.

Menurutnya jika limbah biomas pertanian kering di Indonesia sebanyak 21.944.661 ton per tahun diolah menjadi biochar, maka pemanfaatan biochar berpotensi menyerap karbon organik hingga 883.585 ton per tahun.