NADIKABAR.COM — Rizky Ridho punya cerita tersendiri dalam keberhasilan Tim Kebanggaan Indonesia menjadi yang terbaik di ASEAN.

Pemain yang mengawali perjalanan sepakbolanya dari Surabaya itu ikut hadir di salah satu momen paling menentukan dalam laga final melawan Thailand di Stadion Utama Gelora Bung Karno, Senin (5/10/2026).

Indonesia dan Thailand bermain imbang 1-1 selama 90 menit sehingga laga harus dilanjutkan ke babak tambahan.

Situasi kemudian semakin sulit setelah Thailand berbalik unggul 2-1 pada menit ke-110.

Waktu terus berjalan. Tim Kebanggaan Indonesia hanya memiliki beberapa menit untuk menyelamatkan pertandingan.

Di tengah tekanan tersebut, Ridho ikut memainkan perannya.

Masuk ke lapangan pada menit ke-60, Ridho tidak hanya membantu menjaga keseimbangan permainan. Ketika Tim Kebanggaan Indonesia membutuhkan gol, ia ikut maju membantu serangan.

Pada menit ke-116, Ridho mengirimkan umpan tarik yang berhasil diteruskan Elkan Baggott menjadi gol.

Gol tersebut kembali menghidupkan asa Tim Kebanggaan Indonesia sekaligus membawa pertandingan menuju adu penalti.

Dalam babak penentuan itu, Indonesia tampil lebih tenang dan akhirnya menang 4-2 untuk memastikan gelar juara di level ASEAN.

Momen tersebut menjadi salah satu cerita menarik dalam perjalanan Ridho. Sebagai pemain yang lebih identik dengan tugas menjaga pertahanan, ia justru mampu memberikan kontribusi ofensif ketika tim berada dalam situasi yang sangat membutuhkan.

Namun perjalanan Ridho tentu bukan hanya soal satu umpan di pertandingan final.

Dari mengawali langkah sepakbolanya di Surabaya hingga dipercaya menjadi bagian dari Tim Kebanggaan Indonesia, Ridho telah melewati proses panjang untuk berkembang sebagai pemain.

Tuntutan yang dihadapi juga terus meningkat. Dari pertandingan domestik hingga panggung regional, ia harus menjaga konsistensi sekaligus mampu beradaptasi dengan berbagai situasi permainan.

Di balik perjalanan tersebut, ada standar yang terus dijaga Ridho sebagai atlet profesional. Bukan hanya dalam latihan dan pertandingan, tetapi juga dalam memperhatikan kebutuhan tubuh di tengah aktivitas fisik yang tinggi, termasuk pemenuhan cairan dan mineral.

Ridho sendiri merupakan bagian dari Le Minerale Squad, bersama deretan atlet Indonesia lainnya. Dalam kesehariannya sebagai atlet, ia memilih Le Minerale untuk memenuhi kebutuhan cairan sekaligus mendapatkan mineral berkualitas. Pilihan ini menjadi bagian dari perhatian atlet terhadap kualitas asupan di tengah tuntutan aktivitas sebagai seorang profesional.

Ridho menjadi satu dari banyak atlet kebanggaan yang memiliki perannya masing-masing sepanjang perjalanan Indonesia di ASEAN.

Dari lini depan hingga pertahanan, setiap pemain memberikan kontribusi dengan caranya masing-masing.

Bagi Ridho, umpan pada menit ke-116 menjadi salah satu momen yang akan melekat dalam perjalanan tersebut.

Sebab beberapa menit kemudian, Tim Kebanggaan Indonesia bukan lagi sekadar finalis.

Mereka resmi menjadi yang terbaik di ASEAN.